Buku Meneladani Akhlak Generasi
Terbaik ini
membicarakan akhlak salaf tentang keikhlasan, kejujuran, rasa takut kepada
Allah, zuhud di dunia, memahami agama, bersabar atas musibah, menyikapi
kesalahan orang lain, berbakti kepada orang tua, etika berbicara, dan
sejenisnya. Tidak luput pula disertakan kisah-kisah mereka yang unik lagi
mencengangkan berkenaan dengan amalan-amalan tersebut yang patut diteladani.
Jika penjelasan tentang akidah salaf
telah banyak ditulis dalam berbagai macam buku, maka buku Meneladani
Akhlak Generasi Terbaik ini mencoba menjelaskan manhaj salaf dalam
perilaku dan akhlak. Kitab ini diambil dari dua kitab penting dalam masalah ini
: Siyar A`lam an-Nubala karya adz-Dzahabi dan Shifah ash-Shafwah Ibnu
al-Jauzi.
Mudah-mudahan kaum muslimin
senantiasa diberikan semangat untuk mempelajari agama ini, sehingga dapat
berhias dengan aqidah dan ibadah yang kokoh serta akhlaq yang mulia. Bacalah buku Meneladani
Akhlak Generasi Terbaik ini, insya Allah merupakan awal yang baik
untuk menata pribadi yang lebih mempesona.
Penulis : Abdul Aziz bin Nashir
al-Jalil Bahauddin bin Fatih Uqail
Penerbit : Pustaka Darul Haq
Penerbit : Pustaka Darul Haq
Harga : Rp. 30.000,-
Manhaj salaf mencakup akidah,
pemahaman, perilaku dan akhlak seperti yang disajikan dalam buku Meneladani
Akhlak Generasi Terbaik. Oleh karena itu, ketika mengemukakan manhaj
salaf, maka suatu keharusan mengemukakan secara utuh mengenai akidah,
pemahaman, perilaku dan akhlak mereka. Sebagaimana halnya seseorang tidak
diperkenankan komitmen dengan akhlak salaf tapi meninggalkan keyakinan mereka,
maka demikian pula tidak diperkenankan memahami akidah mereka tanpa komitmen
dengan perilaku dan akhlak mereka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara
kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah
orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh
dariku pada hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan
mutafaihiqun.” Sahabat berkata: “Ya Rasulullah… kami sudah tahu arti tsartsarun
dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiquun?” Beliau menjawab, “Orang yang
sombong.” (HR. Tirmidzi, ia berkata ‘hadits ini hasan gharib’.
Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih Sunan Tirmidzi).
Dapatkan sekarang juga buku Meneladani
Akhlak Generasi Terbaik disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar