http://pusatbukusunnah.com/wp-content/uploads/2015/03/Meneladani-Akhlak-Generasi-Terbaik-195x250.jpg

Buku Meneladani Akhlak Generasi Terbaik ini membicarakan akhlak salaf tentang keikhlasan, kejujuran, rasa takut kepada Allah, zuhud di dunia, memahami agama, bersabar atas musibah, menyikapi kesalahan orang lain, berbakti kepada orang tua, etika berbicara, dan sejenisnya. Tidak luput pula disertakan kisah-kisah mereka yang unik lagi mencengangkan berkenaan dengan amalan-amalan tersebut yang patut diteladani.

Jika penjelasan tentang akidah salaf telah banyak ditulis dalam berbagai macam buku, maka buku Meneladani Akhlak Generasi Terbaik ini mencoba menjelaskan manhaj salaf dalam perilaku dan akhlak. Kitab ini diambil dari dua kitab penting dalam masalah ini : Siyar A`lam an-Nubala karya adz-Dzahabi dan Shifah ash-Shafwah Ibnu al-Jauzi.

Mudah-mudahan kaum muslimin senantiasa diberikan semangat untuk mempelajari agama ini, sehingga dapat berhias dengan aqidah dan ibadah yang kokoh serta akhlaq yang mulia. Bacalah buku Meneladani Akhlak Generasi Terbaik ini, insya Allah merupakan awal yang baik untuk menata pribadi yang lebih mempesona.

Penulis : Abdul Aziz bin Nashir al-Jalil Bahauddin bin Fatih Uqail
Penerbit : Pustaka Darul Haq
Harga : Rp. 30.000,-

Manhaj salaf mencakup akidah, pemahaman, perilaku dan akhlak seperti yang disajikan dalam buku Meneladani Akhlak Generasi Terbaik. Oleh karena itu, ketika mengemukakan manhaj salaf, maka suatu keharusan mengemukakan secara utuh mengenai akidah, pemahaman, perilaku dan akhlak mereka. Sebagaimana halnya seseorang tidak diperkenankan komitmen dengan akhlak salaf tapi meninggalkan keyakinan mereka, maka demikian pula tidak diperkenankan memahami akidah mereka tanpa komitmen dengan perilaku dan akhlak mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun.” Sahabat berkata: “Ya Rasulullah… kami sudah tahu arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiquun?” Beliau menjawab, “Orang yang sombong.” (HR. Tirmidzi, ia berkata ‘hadits ini hasan gharib’. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih Sunan Tirmidzi).
Dapatkan sekarang juga buku Meneladani Akhlak Generasi Terbaik disini

Meneladani Akhlak Generasi Terbaik

http://pusatbukusunnah.com/wp-content/uploads/2015/03/Meneladani-Akhlak-Generasi-Terbaik-195x250.jpg

Buku Meneladani Akhlak Generasi Terbaik ini membicarakan akhlak salaf tentang keikhlasan, kejujuran, rasa takut kepada Allah, zuhud di dunia, memahami agama, bersabar atas musibah, menyikapi kesalahan orang lain, berbakti kepada orang tua, etika berbicara, dan sejenisnya. Tidak luput pula disertakan kisah-kisah mereka yang unik lagi mencengangkan berkenaan dengan amalan-amalan tersebut yang patut diteladani.

Jika penjelasan tentang akidah salaf telah banyak ditulis dalam berbagai macam buku, maka buku Meneladani Akhlak Generasi Terbaik ini mencoba menjelaskan manhaj salaf dalam perilaku dan akhlak. Kitab ini diambil dari dua kitab penting dalam masalah ini : Siyar A`lam an-Nubala karya adz-Dzahabi dan Shifah ash-Shafwah Ibnu al-Jauzi.

Mudah-mudahan kaum muslimin senantiasa diberikan semangat untuk mempelajari agama ini, sehingga dapat berhias dengan aqidah dan ibadah yang kokoh serta akhlaq yang mulia. Bacalah buku Meneladani Akhlak Generasi Terbaik ini, insya Allah merupakan awal yang baik untuk menata pribadi yang lebih mempesona.

Penulis : Abdul Aziz bin Nashir al-Jalil Bahauddin bin Fatih Uqail
Penerbit : Pustaka Darul Haq
Harga : Rp. 30.000,-

Manhaj salaf mencakup akidah, pemahaman, perilaku dan akhlak seperti yang disajikan dalam buku Meneladani Akhlak Generasi Terbaik. Oleh karena itu, ketika mengemukakan manhaj salaf, maka suatu keharusan mengemukakan secara utuh mengenai akidah, pemahaman, perilaku dan akhlak mereka. Sebagaimana halnya seseorang tidak diperkenankan komitmen dengan akhlak salaf tapi meninggalkan keyakinan mereka, maka demikian pula tidak diperkenankan memahami akidah mereka tanpa komitmen dengan perilaku dan akhlak mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun.” Sahabat berkata: “Ya Rasulullah… kami sudah tahu arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiquun?” Beliau menjawab, “Orang yang sombong.” (HR. Tirmidzi, ia berkata ‘hadits ini hasan gharib’. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih Sunan Tirmidzi).
Dapatkan sekarang juga buku Meneladani Akhlak Generasi Terbaik disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar